
Bismillahirrahmanirrahim …
Ulang Tahun....??
Apa sih yang istimewa dari 2 kata itu? Ulang tahun sama aja umur bertambah banyak dan sisa hidup bertambah sedikit. Dimana sih letak keistimewaan hal tersebut? Apakah istimewa karena umur kita semakin lama semakin dewasa lalu kemudian tua? Ataukah istimewa karena sisa waktu untuk menjalani hidup di dunia ini semakin singkat?
Sudah tau mengapa disini saya menggunakan kata istimewa? Karena memang seperti itulah realita yang ada saat ini. Apa sih yang biasa kalian lakukan untuk memperingati hari ulang tahun?
Mengadakan pesta besar-besaran untuk memperingatinya?
Bayarin teman-teman kalian makan?
Bayarin teman-teman kalian nonton di bioskop?
Bayarin teman-teman untuk pergi bareng-bareng ke tempat-tempat hiburan atau rekreasi?
Disiram air oleh teman-teman kalian? ‘Dibumbui’ dengan tepung terigu dan telur? Dikerjai selama satu hari itu?
Atau hal-hal hedonistik lain?
Kenapa sih saya bicara seperti ini? Apa saya pribadi tidak berlaku seperti yang disebutkan di atas? Lagipula apa yang salah dengan hal-hal tersebut? Acaranya toh hanya diperingati satu tahun sekali, kenapa ngga?
Ya, saya yakin pasti masih ada lebih banyak lagi pertanyaan yang bermunculan dari dua kata yang sedang kita bahas saat ini, ulang tahun. Dan pastinya masing-masing dari kita memiliki jawaban serta pandangan yang berbeda-beda.
Momen ulang tahun semestinya menjadi sarana intropeksi diri. Apa sih yang udah dilakukan selama ini? Udah dapet apa aja? Tiap hari baca Al-Qur’an berapa ayat/halaman/lembar/juz? Udah berapa banyak uang yang keluar untuk sedekah? Udah ngasih apa aja buat keluarga? Udah bermanfaat apa aja buat teman-teman? Kontribusi apa yang udah dilakukan buat agama? Udah bisa ngasih perubahan apa aja buat Indonesia? Mari berintropeksi…
Oke, kenapa saya menulis tentang ulang tahun ialah karena hari ini usia saya genap yang ke-20. Dan sama seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada suatu acara istimewa di setiap hari ulang tahun saya. Acara yang lebih saya senangi lebih ke acara ’syukuran’. Ya, entah mengapa sebutan’a syukuran, padahal di hari tersebut waktu saya untuk hidup di dunia ini, untuk lebih banyak berbuat baik, semakin berkurang. Ya, saya rasa syukuran karena saya masih bisa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, untuk mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan dari Yang Maha Kuasa.
Biasanya acara rutin saya setiap tahun, di hari ulang tahun saya, saya berkumpul dengan teman-teman untuk mengadakan acara syukuran kecil-kecilan. Ya, titik berat acara syukuran ialah pada acara pembacaan do’a, dimana saya bisa lebih merasa tersadarkan akan hal-hal yang sudah saya lakukan dan hal-hal apa saja yang belum saya capai. Ya, walaupun tidak dapat dipungkiri acara makan bersama keluarga tetap menjadi hal yang dinanti-nantikan.
20 Tahun. Ya, umur saya sekarang sudah 20 tahun. Dan, harapan saya, umur saya yang ke-20 tahun ini bisa menjadi titik tolak serta momentum yang terbaik untuk bisa berubah, menjelma menjadi seorang manusia dewasa yang lebih baik lagi. Bisa untuk menjadi lebih baik tentunya harapan mendasar bagi setiap orang, begitu juga dengan saya, saya ingin menjadi lebih baik lagi, dalam segala hal.
Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.
Hmmm, semangat inilah yang akan selalu membuat saya ‘hidup’. Jika pada umumnya orang-orang membuat resolusi pada awal tahun baru, saya pribadi akan membuat resolusi untuk ke depannya pada awal ‘tahun baru saya’. Ya, berikut ini ialah resolusi (baca: mimpi) yang ingin saya capai dan hal-hal yang akan saya lakukan pada usia saya ke-20,
* Rutin Sholat Berjama'ah di Masjid
* Tartil Al-Qur’an minimal 1/2 Juz per hari
* IPK tahun ketiga Cum Laude
* Menguasai PHP, MySQL, Desain Grafis dan Revarasi Komputer
* Aktif dalam Mengajar dan Kuliah
* Melanjutkan hafalan Al-Qur’an yg udah sekian tahun gak selesai"
* Income Bisnis $100 – $300 per bulan
Saya rasa itu cukup. Ya, karena masih ada hal-hal lain yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu pada tulisan ini.
Dan tentu saja saya mengharapkan do’a dari teman-teman semua, dari kalian semua, agar harapan-harapan saya bisa terwujud, agar mimpi-mimpi saya bisa menjadi sebuah asa pasti, dan agar saya bisa menjadi lebih baik lagi.
Mama…. Terimakasih engkau telah melahirkan aku hingga mata ini terbuka untuk menatap dunia. Dunia yg seringkali membuat aku bingung harus darimana aku memulai merumuskan arah tujuan. Tapi kau selalu ada untukku saat bimbang atau saat dilanda putus apa. Keikhlasan dan jiwa tulusmu tak mampu kubayar dengan apapun. Kebahagian yg tak akan terbalas sampai kapanpun, selain dengan keinginanku melihatmu bahagia dengan arah hidupku yg lurus dan benar.
Dan kau Bapak…. Kaulah yg telah menancapkan jiwa dan budi pekerti yg baik sekaligus mengaliriku dengan darah kehidupan yg sama. Disinilah, ditubuhku ini tak akan terbantahkan bahwa telah mengalir juga darah yg sama denganmu. Kau menanam dan menumbuhkan sikap tulus dari kedalaman hatimu untuk menggiring anakmu ini menyusuri kefanaan yg sama dalam dunia ini, lalu menunjukkan padaku betapa kenyataan hidup harus dijalani dengan kesabaran. Aku berterimakasih dan memohon ampun atas kelalaian masa remajaku ini. Ketulusanmu merupakan harga yg tak akan mampu terlunasi.
Kalianlah orangtua ku, sampai kapanpun juga. Kalianlah yg telah menanam aku hingga aku berani berpijak pada kenyataan yg setia membimbingku.
terima kasih engkau ada di dalam hidupku
menyemangati aku sampai ku bisa buatmu bangga
bangga karena memiliki aku sebagai anakmu....
Insya Allah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar