Senin, 09 Februari 2009 , 08:26:00
Membekali siswa di sekolah dengan berbagai skill memang sangat perlu. Apalagi jika siswa jadi terpacu mengembangkan potensinya, tentu sangat luar biasa. Itulah yang diupayakan Madrasah Aliyah (MA) Al Mujahidin yang beberapa waktu lalu berhasil membawa siswanya juara nasional untuk karya tulis ilmiah.
Sekolah yang dikepalai Samudi ini bisa dibilang kreatif. Latar belakang pendidikan sekolah di Jl KH Harun Nafsi Samarinda Seberang ini tak ubahnya SMA pada umumnya.
Yakni lebih kepada penekanan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). MA Al Mujahidin penekanan studinya IPA. Tapi yang menarik, sekolah ini punya kegiatan ekstra pertukangan.
Meski sekolah tak memasukkan program ini pada kurikulum di sekolah, namun, antusias siswa mengasah kemampuan di bidang pertukangan, cukup bisa diacungi jempol.
Sebab, siswa di sekolah itu kreatif. Di luar jam sekolah, mereka belajar bertukang. Entah itu memotong kayu, menipiskannya, lalu mengukirnya dengan motif ukiran menarik. Selain itu, mereka suka membuat huruf-huruf, lalu disusun, dan dirangkai menjadi kata-kata kemudian ditempel di sebuah plywood kemudian di cat dan ditempelkan di sudut-sudut sekolah.
Alat-alat pertukangan di sekolah itu cukup lengkap. Mulai dari mesin pemotong kayu, ketam listrik, mesin pengempelas, mesin penipis kayu, bor listrik, hingga mesin untuk membuat ukiran kayu. Ruangan praktik pertukangan pun cukup luas. Terletak agak jauh di belakang ruang belajar. Persisnya di samping kantin, di belakang gedung sekolah.
Samudi mengungkapkan, dalam praktik pertukangan itu, siswa dibimbing tenaga pengajar yang berlatar sekolah pertukangan. “Kami berharap, ke depan, kegiatan ekstra pertukangan di sekolah kami bisa eksis. Apalagi jika nantinya bisa menjadi kurikulum sendiri. Tentu, bisa menghasilkan lulusan yang dibutuhkan pasar kerja. Sebab, saat ini, prospek pertukangan bisa dibilang menjanjikan,” terang Samudi, Minggu (8/2) kemarin. (kaltimpost)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar